Peledakan bom sebagai suatu cara menutupi kecurangaan pilpres

Pemilu presiden sudah berakhir. Versi quwick qount sudah diketahui pemenangnya. Kini tinggal menunggu keputusan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang siapa yang akan keluar sebagai pemenang pilplres kali ini.

Berjalannya pemilu kali ini banyak melahirkan kecurangan-kecurangan yang mengakibatkan cacatnya proses demokrasi di Indonesia.

Cacatnya demokrasi kali ini terlihat dari belum terselesaikannya Kisruh masalah DPT, kampanye hitam, pelanggaran-pelanggaan pada saat pencontrengaan, maupun pelanggaran-pelanggaran lainnya. Hal ini peran media informasi sangat dibutuhkkan untuk menyampaikan informasi tersebut langsung kepada masyarakat luas.

. Namun akhir ini masyarakat Indonesia dihebohkan dengan meledaknya bom di dua hotel ternama di indonesia. Pemboman ini terjadi disaat pelanggaran-pelanggaran pilpres mulai panas-panasnya menyebar ditelinga rakyat Indonesia. Sehingga media informasi akhir ini sudah tidak lagi menayangkan kasus-kasus seputar pilpres. Padahal dari segi kualitas dan kuantitas, substansi yang terkandung seputar pilpres jauh lebih besar dan bermanfaat bagi bangsa Indonesia.

Apakah pemboman kali ini sebagai salah satu sensasi untuk menutupi kebobrokan dari pelaku pelanggaran pilpres? Ataukah hal ini sebagai dalih untuk menunda penyelesaian pelanggaran tersebut? Sampai akhirnya telah diaksanakannya pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih nanti. Sehingga pelanggaran pelanggaran tersebut hanayalah sebagai kasus tanpa solusi yang tidak bisa menggobati kecacatan demokrasi di Indonesia

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , , | Tinggalkan Komentar

Hello world!

Selamat datang di dagdigdug.com. Ini merupakan post pertama Anda. Sunting atau hapus artikel ini, dan selanjutnya kami ucapkan selamat ngeblog!

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar